Minggu, 28 Desember 2014

"FREEDOM FROM" dan "FREEDOM TO"

SEorang filosuf mengatakan, kemerdekaan yang essensial adalah  jika seseorang bebas dari (freedom from) paksaan, kemiskinan, kebodohn dan sekian sumber derita lain. hal ini dikarenakan, manusia tercipta untuk merdeka dan menikmati hidup bahagia.

Rabu, 26 September 2012

PENGEMBANGAN BAKAT OLAHRAGA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Anak adalah titipan tuhan yang harus kita jaga dan kita didik agar ia menjadi manusia yang berguna dan tidak menyusahkan siapa saja. Secara umum anak mempunyai hak dan kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya terutama dalam bidang pendidikan. Namun seringkali kita melihat perkembangan prestasi anak yang ternyata tergolong memiliki bakat istimewa.
Setiap individu hendaknya mendapat kesempatan dan pelayanan untuk berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan, kecerdasan,

Kamis, 03 November 2011

Perbedaan Orang Barat dengan Orang Timur





Orang Barat identik dengan rambut pirang, mata biru, tubuh tinggi, dsb. Orang Timur (Asia) identik dengan rambut gelap, mata hitam, tubuh sedang-pendek, dsb. Itulah beberapa perbedaan ciri fisik antara orang Barat dan orang Timur. Nah, berikut adalah beberapa perbedaan lain antara orang Barat dan Asia ditinjau dari perilaku dan kebiasaan, dalam bentuk …. ilustrasi. ^^
Petunjuk:
  • Biru (kiri) – Orang Barat
  • Merah (kanan) – Orang Timur (Asia)
Opinion
Opinion
Barat: Langsung to the point.
Timur: Berputar-putar dahulu, apalagi kalau berbeda opini/pendapat.
Way of Life
Way of Life
Barat: Individualis, memikirkan kepentingan sendiri.
Timur: Suka kumpul bersama keluarga, mengurusi permasalahan keluarga.
Punctuality
Punctuality
Barat: On time.
Timur: In Time.
Contact
Contact
Barat: Kontak ke orang-orang tertentu yang berkaitan saja.
Timur: Semua teman, saudara, kerabat, relasi luas, bisnis lancar.
Anger
Anger
Barat: Marah ya marah.
Timur: Marah tapi ramah.
Queue when Waiting
Queue when Waiting
Barat: Biar lambat asal dapat (biasa antri teratur).
Timur: Siapa cepat dia dapat.
Sunday on the Road
Sunday on the Road
Barat: Menghabiskan hari Minggu dengan cara masing-masing.
Timur: Pergi ke pusat keramaian, mall, dll.
Party
Party
Barat: Berkumpul dengan kelompok masing-masing.
Timur: Semua fokus ke satu acara yang dipandu oleh EO.
In the Restaurants
In the Restaurants
Barat: Berbicara pelan-pelan.
Timur: Berbicara dengan keras, tidak peduli dengan meja sebelah.
Travelling
Travelling
Barat: Suka sightseeing, yang penting menikmati pemandangannya.
Timur: Suka mengambil foto untuk kenang-kenangan, pemandangan cuma jadi latar belakang.
Handling Problems
Handling Problems
Barat: Tabrak saja, yang penting masalah selesai.
Timur: Sebisa mungkin menghindari masalah, kalau bisa tanpa meninggalkan jejak.
Daily Meals
Daily Meals
Barat: Makan kenyang 1 kali sehari.
Timur: 3 kali makan harus 3 kali kenyang.
Transportation
Transportation
Barat: Dulu pakai mobil, sekarang sudah peduli terhadap lingkungan yang sehat dan bebas polusi.
Timur: Dulu sengsara pakai sepeda, sekarang gengsi kalau tidak pakai mobil.
Elderly Life
Elderly Life
Barat: Kesepian, paling cuma ditemani anjing peliharaan.
Timur: Masa tua tidak akan kesepian asalkan mau membantu merawat cucu.
Mood and Weather
Mood and Weather
Barat: Logikanya, kalau hujan akan merepotkan.
Timur: Hujan artinya banyak rejeki.
The Boss
The Boss
Barat: Bos adalah bagian dari tim.
Timur: Bos adalah dewa yang ditakuti.
In Trend
In Trend
Barat: Masakan Asia yang sehat dan bergizi.
Timur: Masakan Barat yang bergengsi.
The Child
The Child
Barat: Bolehlah punya anak, dia juga nantinya akan berjuang keras untuk hidup, seperti kita.
Timur: Kerja keras, jatuh bangun, segalanya demi anak, sang penerus generasi.
http://halodokterku.blogspot.com/2010/05/temukan-perbedaan-orang-barat-dengan.html#more

Sociogram



DOWNLOAD SOFTWARE KLIK PADA GAMBAR
Sosiometri adalah alat yang tepat untuk mengumpulkan data mengenai hubungan-
hubungan sosial dan tingkah laku sosial murid (I. Djumhur dan Muh. Surya, 1985 ).
Sosiometri adalah alat untuk meneliti struktur sosial dari suatu kelompok individu
dengan dasar penelaahan terhadap relasi sosial dan status sosial dari masing-masing
anggota kelompok yang bersangkutan ( Depdikbud, 1975 ).
Sosiometri adalah alat untuk dapat melihat bagaimana hubungan sosial atau
hubungan berteman seseorang ( Bimo Walgito, 1987 ).
Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang hubungan
sosial dalam suatu kelompok, yang berukuran kecil sampai sedang ( 10 – 50 orang ),
berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok (WS. Winkel, 1985 ).
Sosiometri adalah suatu alat yang dipergunakan mengukur hubungan sosial siswa
dalam kelompok ( Dewa Ktut Sukardi, 1983 ). Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan pengertian sosiometri adalah
suatu tehnik untuk mengumpulkan data tentang hubungan sosial seorang individu
dengan individu lain, struktur hubungan individu dan arah hubungan sosialnya
dalam suatu kelompok.
B. Macam Sosimetri
Tes Sosiometri ada dua macam , yaitu :
1. Tes yang mengharuskan untuk memilih beberapa teman dalam kelompok sebagai
pernyataan kesukaan untuk melakukan kegiatan tertentu ( criterium ) bersama-
sama dengan teman-teman yang dipilih.
2. Tes yang mengharuskan menyatakan kesukaannya atau ketidaksukaannya
terhadap teman-teman dalam kelompok pada umumnya.
Tes sosiometri jenis pertama paling sering digunakan di institusi-institusi pendidikan
dengan tujuan meningkatkan jaringan hubungan sosial dalam kelompok,sedangkan
jenis yang kedua jarang digunakan, dan inipun untuk mengetahui jaringan hubungan
sosial pada umumnya saja.
C. Ciri khas penggunaan angket sosiometri atau tes sosiometri , yang terikat pada
situasi pergaulan sosial atau kriterium tertentu.
1. Dijelaskan kepada siswa yang tergabung dalam suatu kelompok, misalnya satuan
kelas, bahwa akan dibentuk kelompok-kelompok lebih kecil ( 4-6 orang ) dalam
rangka mengadakan kegiatan tertentu, seperti belajar kelompok dalam kelas,
rekreasi bersama ke pantai, dsb. Kegiatan tertentu itu merupakan situasi pergaulan
sosial ( criterion ) yang menjadi dasar bagi pilihan-pilihan.
2. Setiap siswa diminta untuk menulis pada blanko yang disediakan nama beberapa
teman di dalam kelompok, dengan siapa dia ingin dan lebih suka melakukan
kegiatan itu. Jumlah teman yang boleh dipilih biasanya tiga orang, dalam urutan
pilihan pertama, kedua, dan ketiga. Yang terungkap dalam pilihan-pilihan itu
bukanlah jaringan hubungan sosial yang sekarang ini sudah ada, melainkan
keinginan masing-masing siswa terhadap kegiatan-kegiatan tertentu dalam hal
pembentukan kelompok. Pilihan-pilihan itu dapat berubah, bila tes sosiometri
diterapkan lagi pada lain kesempatan terhadap kegiatan lain (kriterium berbeda ).
Ada kemungkinan siswa akan memilih teman-teman yang lain untuk belajar
bersama di kelas, dibanding dengan pilihan-pilihannya untuk pergi piknik
bersama. Pilihan-pilihan siswa tidak menyatakan alasan untuk memilih, kecuali
bila hal itu dinyatakan dalam tes. Pilihan-pilihan juga tidak menyatakan tentang
sering tidaknya bergaul dengan teman-teman tertentu, atau intim tidaknya
pergaulan dengan teman-teman tertentu; bahkan tidak mutlak terungkapkan taraf
popularitas siswa tertentu, dalam arti biasanya mempunyai banyak teman,
beberapa teman atau sama sekali tidak mempunyai teman.
3. Setiap siswa dalam kelompok menangkap dengan jelas kegiatan apa yang
dimaksud, dan mengetahui bahwa kegiatan itu terbuka bagi semua.
4. Pilihan-pilihan dinyatakan secara rahasia dan hasil keseluruhan pemilihan juga
dirahasiakan. Hal ini mencegah timbulnya rasa tidak enak pada siswa, yang tidak
suka pilihannya diketahui umum atau akan mengetahui bahwa ia tidak dipilih. Ciri
kerahasiaan juga memungkinkan bahwa dibentuk kelompok-kelompok kecil yang
tidak seluruhnya sesuai dengan pilihan-pilihan siswa.
5. Biasanya siswa diminta untuk menyatakan siapa yang mereka pilih, bukan siapa
yang tidak mereka pilih dalam urutan tidak begitu disukai, kurang disukai, tidak
disukai, sama sekali tidak disukai. menyatakan pilihan yang negatif mudah
dirasakan sebagai beban psikologis.
6. Tenaga kependidikan yang dapat menerapkan tes sosiometri adalah guru bidang
studi, wali kelas, dan tenaga ahli bimbingan, tergantung dari kegiatan yang akan
dilakukan.
D. Kegunaan Sosiometri
Sosiometri dapat dipergunakan untuk :
1. Memperbaiki hubungan insani.
2. Menentukan kelompok kerja
3. Meneliti kemampuan memimpin seseorang individu dalam kelompok tertentu
untuk suatu kegiatan tertentu.
4. Mengetahui bagaimana hubungan sosial / berteman seorang individu dengan
individu lainnya.
5. Mencoba mengenali problem penyesuaian diri seorang individu dalam kelompok
sosial tertentu.
6. Menemukan individu mana yang diterima / ditolak dalam kelompok sosial
tertentu.
E. Norma-norma Sosiometri
Baik tidaknya hubungan sosial individu dengan individu lain dapat dilihat dari
beberapa segi yaitu :
1. Frekwensi hubungan, yaitu sering tidaknya individu bergaul. makin sering
individu bergaul, pada umumnya individu itu makin baik dalam segi hubungan
sosialnya. Bagi individu yang mengisolir diri, di mana ia kurang bergaul, hal ini
menunjukkan bahwa di dalam pergaulannya kurang baik.
2. Intensitas hubungan, yaitu intim tidaknya individu bergaul. Makin
intim/mendalam seseorang dalam hubungan sosialnya dapat dinyatakan bahwa
hubungan sosialnya makin baik. Teman intim merupakan teman akrab yang
mempunyai intensitas hubungan yang mendalam.
3. Popularitas hubungan, yaitu banyak sedikitnya teman bergaul. Makin banyak
teman di dalam pergaulan pada umumnya dapat dinyatakan makin baik dalam
hubungan sosialnya. Faktor popularitas tersebut digunakan sebagai ukuran atau
kriteria untuk melihat baik tidaknya seseorang dalam hubungan atau kontak
sosialnya.
F. Manfaat Sosiometri dalam Bimbingan.
Dengan mempelajari data sosiometri seorang konselor dapat :
1. Menemukan murid mana yang ternyata mempunyai masalah penyesuaian diri
dalam kelompoknya.
2. Membantu meningkatkan partisipasi sosial diantara murid-murid dengan
penerimaan sosialnya.
3. Membantu meningkatkan pemahaman dan pengertian murid terhadap masalah
pergaulan yang sedang dialami oleh individu tertentu.
4. Merencanakan program yang konstruktif untuk menciptakan iklim sosial yang
lebih baik dan sekaligus membantu mengatasi masalah penyesuaian di kelas
tertentu.
Cara untuk menciptakan suasana / iklim sosial yang baik : Membentuk kelompok belajar / kelompok kerja . Mempersatukan kelompok minoritas dalam klik di dalamsatu kelas. Menciptakan hubungan baik dan harmonis Membangun perasaan berhasil dan berprestasi. Hendaknya ditanamkan rasa
bahwa kalau kompak, akan berhasil baik.
G. Tahap-tahap Pelaksanaan Sosiometri
1. Tahap Persiapan. Menentukan kelompok siswa yang akan diselidiki. Memberikan informasi atau keterangan tentang tujuan penyelenggaraan
sosiometri. Mempersiapkan angket sosiometri.
2. Tahap Pelaksanaan. Membagikan dan mengisi angket sosiometri. Mengumpulkan kembali dan memeriksa apakah angket sudah diisi dengan
benar
3. Tahap Pengolahan. Memeriksa hasil angket Mengolah data sosiometri dengan cara menganalisa indeks, menyusun tabel
tabulasi, membuat sosigram.
versi lengkapnya download disini Sosiogram